Berita: Penderita Penyakit Yang Menyebabkan Susah Tidur

By | Februari 8, 2024

Berita hari ini terdapat sebuah penyakit yang jarang diketahui oleh masyarakat umum tentang penyakit yang menyebabkan susah tidur selain insomnia. Penyakit insomnia sering disebut sebagai gangguan tidur yang paling umum, menyerang jutaan orang di seluruh dunia. Hal ini ditandai dengan kesulitan untuk tertidur, terganggu saat tertidur, atau mengalami tidur yang tidak memulihkan tubuh. Meskipun sebagian besar orang terkadang mengalami serangan insomnia, bagi sebagian orang, insomnia menjadi kondisi kronis yang berdampak signifikan pada kualitas hidup.

Penderita insomnia seringkali terjebak dalam siklus frustasi. Kurangnya tidur yang cukup mempengaruhi suasana hati, tingkat energi, dan fungsi kognitif. Akibatnya, mungkin mengalami kesulitan konsentrasi, masalah ingatan, dan penurunan produktivitas di siang hari. Kelelahan yang terus-menerus juga dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan emosional. Sehingga menyebabkan peningkatan sifat mudah marah dan bahkan memperburuk kecemasan atau depresi.

Penyakit Yang Menyebabkan Susah Tidur

Terdapat Beberapa Berita Tentang Penyakit Susah Tidur Yang Jarang Diketahui

Meskipun kebanyakan orang sudah familiar dengan gangguan tidur umum seperti insomnia atau sleep apnea. Terdapat beberapa gangguan tidur yang jarang diketahui dapat berdampak signifikan terhadap kualitas tidur dan kesejahteraan seseorang secara keseluruhan. Pada berita kali ini kita akan mempelajari beberapa gangguan tidur yang jarang terjadi dan sering diabaikan namun perlu mendapat perhatian lebih. Inilah beberapa penyakit yang jarang diketahui, seperti :

1. Gangguan Perilaku Tidur REM (RBD)

Selama tidur REM, tubuh kita biasanya berada dalam keadaan atonia otot, yang secara efektif mencegah kita mewujudkan impian kita secara fisik. Namun, individu dengan gangguan perilaku tidur REM tidak memiliki kelumpuhan otot ini. Sehingga menyebabkan mimpi yang nyata dan terkadang penuh kekerasan. RBD dapat mengakibatkan cedera pada diri sendiri atau pasangan tidur dan mungkin berhubungan dengan gangguan neurodegeneratif tertentu.

2. Narkolepsi

Narkolepsi adalah kelainan neurologis yang ditandai dengan rasa kantuk berlebihan di siang hari dan episode tertidur yang tidak terkendali di siang hari. Penderita narkolepsi mungkin mengalami hilangnya tonus otot secara tiba-tiba dan singkat, yang disebut cataplexy, yang dipicu oleh emosi yang kuat seperti tertawa atau terkejut. Serangan tidur yang tidak terduga ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan risiko keselamatan.

3. Restless Legs Syndrome (RLS)

Sindrom kaki gelisah adalah suatu kondisi yang menyebabkan dorongan tak tertahankan untuk menggerakkan kaki, sering kali disertai sensasi tidak nyaman seperti kesemutan, gatal, atau merinding. Gejala-gejala ini biasanya memburuk pada malam hari dan dapat mengganggu tidur secara signifikan, sehingga menyebabkan kelelahan di siang hari. RLS dianggap sebagai kelainan neurologis dan dapat dikaitkan dengan kondisi mendasar lainnya.

Dengan menyoroti gangguan tidur yang jarang diketahui ini, kita dapat meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan dukungan bagi individu yang mungkin berjuang dengan kondisi ini. Penting untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan pilihan pengobatan yang tepat guna meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan secara keseluruhan.